Rapat Koordinasi Awal Persiapan Event MotoGP Mandalika Tahun 2026 dilaksanakan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam mendukung keselamatan dan kelancaran penyelenggaraan MotoGP. Rapat dihadiri oleh BPBD Provinsi NTB, TNI, serta BMKG yang terdiri dari Stasiun Klimatologi, Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), dan Stasiun Geofisika Mataram.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris BPBD Provinsi NTB yang mewakili Kepala Pelaksana. Disampaikan bahwa MotoGP merupakan event internasional yang memerlukan kesiapsiagaan terpadu terhadap potensi cuaca ekstrem, kegempaan, kebakaran dan kondisi darurat lainnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi NTB menyampaikan kesiapan BPBD dan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan antisipasi risiko, melalui pemetaan risiko, kesiapan personel dan sarana prasarana, peninjauan jalur evakuasi dan titik kumpul, penyusunan skenario kedaruratan serta simulasi/gladi bersama.
Dalam diskusi, Stasiun Klimatologi BMKG menyampaikan bahwa pada periode MotoGP kondisi iklim diprakirakan masih dipengaruhi El Niño, dengan potensi curah hujan rendah atau di bawah normal yang dapat meningkatkan risiko karhutla di sekitar kawasan Mandalika. Diperlukan pemantauan cuaca dan titik panas, kesiapan penanganan awal serta koordinasi lintas sektor.
Stamet ZAM menyampaikan bahwa telah terpasang dua EWS di kawasan Sirkuit Mandalika untuk mendukung informasi peringatan dini cuaca. Pemantauan dilakukan mulai H-14, pemutakhiran prakiraan pada H-7 dan H-3, serta pembaruan informasi setiap 30 menit selama perhelatan, yang dipantau melalui Posko Satgas Evakuasi untuk diteruskan kepada unsur terkait.
Stasiun Geofisika Mataram menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan terhadap risiko kegempaan dan telah mengidentifikasi titik kumpul di dalam dan luar sirkuit. Selanjutnya diperlukan peninjauan bersama BPBD, TNI dan unsur terkait terhadap titik kumpul dan jalur evakuasi untuk menjamin keselamatan penonton, pembalap, kru, panitia, pelaku wisata, masyarakat dan desa sekitar Mandalika.
Unsur TNI menyampaikan dukungan dalam pengamanan, kesiapan personel dan penanganan keadaan darurat serta kesiapan berkolaborasi dengan BPBD dalam simulasi/gladi kesiapsiagaan untuk menguji sistem peringatan dini, jalur evakuasi, titik kumpul, komunikasi dan koordinasi serta kesiapan personel Satgas Evakuasi.
Kegiatan ditutup dengan kesepakatan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan melakukan peninjauan lapangan bersama sebagai bagian dari pemantapan rencana kesiapsiagaan, sehingga MotoGP Mandalika Tahun 2026 dapat berlangsung aman, lancar, tertib dan tangguh terhadap berbagai potensi risiko bencana serta memberikan rasa aman bagi seluruh pihak dan masyarakat sekitar kawasan Mandalika.