🍃 KENAPA AKHIR-AKHIR INI UDARA DI NTB TERASA LEBIH DINGIN? ❄️
Belakangan ini, banyak masyarakat di Nusa Tenggara Barat merasakan udara yang lebih dingin, terutama pada malam hingga menjelang pagi. Apakah ini hal yang normal? 🤔
Jawabannya, ya. Menurut BMKG, kondisi ini merupakan fenomena alam yang umum terjadi saat musim kemarau dan bukan disebabkan oleh fenomena aphelion. Penyebab utamanya adalah Monsun Australia, yaitu angin yang membawa massa udara kering dan lebih dingin dari Benua Australia menuju Indonesia, termasuk wilayah NTB.
🌞 Mengapa siang hari tetap terasa panas?
Langit cenderung cerah dengan sedikit tutupan awan.
Sinar matahari lebih banyak mencapai permukaan bumi sehingga suhu pada siang hari tetap terasa terik.
🌙 Mengapa malam hingga pagi terasa dingin?
Udara yang dibawa Monsun Australia bersifat kering dan dingin.
Minimnya awan membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat dilepaskan ke atmosfer pada malam hari, sehingga suhu udara turun lebih cepat.
📌 BMKG juga memprediksi bahwa musim kemarau tahun 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk NTB, cenderung lebih kering dari normal dan dipengaruhi oleh Monsun Australia yang tetap aktif. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
Tetap Siaga Saat Udara Dingin
✅ Gunakan pakaian hangat terutama pada malam dan dini hari.
✅ Jaga daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi dan cukup minum air putih.
✅ Waspadai potensi kebakaran hutan dan lahan karena kondisi udara yang lebih kering.
✅ Pantau informasi cuaca resmi dari BMKG sebelum beraktivitas.
Mari tetap waspada dan memahami fenomena cuaca agar aktivitas sehari-hari tetap aman dan nyaman.
#BPBDNTB #SiAGANTB #SiagaBencana #CuacaNTB #BMKG #MusimKemarau #MonsunAustralia #UdaraDingin #NTBTangguh #Kesiapsiagaan #WaspadaCuaca
Pusdalops PB-BPBD NTB