Mataram – Unit Layanan Disabilitas BPBD Provinsi NTB didukung oleh Program Siap SIaga menyelenggarakan Lokakarya Sensitisasi Inklusi Gender, Disabilitas, dan Sosial (GESI) sebagai upaya memperkuat penyelenggaraan penanggulangan bencana yang inklusif dan berkeadilan. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB dan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, mitra kebencanaan, organisasi penyandang disabilitas, serta para pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB menegaskan bahwa penanggulangan bencana harus memberikan perlindungan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan, anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya. Oleh karena itu, pengarusutamaan perspektif inklusi menjadi bagian penting dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
Lokakarya ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya penerapan prinsip-prinsip inklusi gender, disabilitas, dan sosial dalam kebijakan maupun praktik penanggulangan bencana. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah diskusi dan berbagi pengalaman untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan layanan kebencanaan yang lebih ramah, aman, dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BPBD Provinsi NTB berharap seluruh pihak dapat semakin memahami pentingnya pendekatan inklusif dalam pengurangan risiko bencana, sehingga tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh perlindungan, pelayanan, maupun akses terhadap informasi dan penanganan kebencanaan.
Pusdalops-PB BPBD