Mataram, 30 Juni 2026 – Hari kedua Lokakarya Sensitisasi Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI) bagi BPBD Provinsi NTB difokuskan pada penguatan kapasitas peserta dalam memahami ragam disabilitas, etika berkomunikasi, serta teknik evakuasi yang aman dan inklusif bagi penyandang disabilitas. Materi disampaikan oleh perwakilan organisasi penyandang disabilitas dan praktisi layanan inklusif.
Peserta memperoleh pembekalan mengenai karakteristik berbagai ragam disabilitas beserta pendekatan komunikasi dan pendampingan yang tepat. Narasumber menekankan pentingnya menghormati martabat, keselamatan, dan kemandirian penyandang disabilitas dalam setiap proses penanggulangan bencana.
Pada sesi penutup, mewakili Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, sekaligus Ketua Unit Layanan Disabilitas (ULD) Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi NTB, Awan Darmawan, ST., MT. memaparkan peran strategis ULD melalui tiga program prioritas, yaitu Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana, serta respons cepat tanggap darurat yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta menandatangani Berita Acara Kesepakatan sebagai bentuk komitmen bersama BPBD Provinsi NTB, ULD, Program SIAP SIAGA, dan para pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan prinsip GEDSI dalam setiap tahapan penyelenggaraan penanggulangan bencana. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi landasan penguatan kelembagaan, penyusunan SOP yang lebih inklusif, serta peningkatan kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan pelayanan kebencanaan yang setara bagi seluruh masyarakat.
Lokakarya ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat implementasi prinsip GEDSI sehingga penyelenggaraan penanggulangan bencana di Provinsi NTB semakin inklusif dan memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal (no one left behind).
#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlamJagaKita
#SalamTangguh
#SalamKemanusiaan
#BudayaSadarBencana
#KenaliAncamannya
#KurangiRisikonya
#NTBTangguh
Pusdalops-PB BPBD